I.1. Latar Belakang
Munculnya pesaing
dalam bisnis Gadai merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Dengan
adanya pesaing tersebut, Pegadaian dihadapkan pada berbagai peluang
dan ancaman, baik yang berasal dari luar maupun dari dalam
perusahaan. Maka diperlukan cara-cara untuk dapat mempertahankan
kelangsungan perusahaan salah satunya dengan mempertahankan nasabah
yang telah ada.
Salah satu cara untuk mempertahankan nasabah adalah dengan menguasai tekhnik-tekhnik komunikasi yang baik. Pada dasarnya komunikasi yang baik artinya maksud yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh pendengar dan sebaliknya. Sehingga kita bisa memahami prinsip atau etika dalam berkomunikasi.
Karena itu dalam
komunikasi khususnya komunikasi verbal sangat penting dalam
memperhatikan pemilihan kata yang tepat. Selain untuk menonjolkan
kesan ramah, juga untuk menghindari persepsi negatif terutama
komunikasi melalui telepon yang tidak dibantu dengan visual.
I.2.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar
belakang diatas maka rumusan masalah adalah sebagai berikut :
“Komunikasi Efektif Sebagai Salah Satu Strategi Mempertahankan
Nasabah dengan menggunakan Magic Words?”.
II.1. LANDASAN TEORI
Ada dua bentuk
komunikasi yang biasanya digunakan, yaitu komunikasi verbal dan
komunikasi nonverbal.
Komunikasi Verbal
adalah bentuk komuniasi yang disampaikan seseorang kepada orang lain
dengan cara tertulis atau lisan. Komunikasi verbal menempati porsi
besar, karena kenyataannya, ide-ide, pemikiran atau keputusan lebih
mudah disampaikan secara verbal daripada nonverbal. Dengan harapan
komunikan (baik pendengar maupun pembaca) bisa lebih mudah memahami
pesan-pesan yang disampaikan. Komunikasi verbal dapat dilakukan
dengan cara : Berbicara dan menulis, mendengarkan dan membaca.
Komunikasi Nonverbal
adalah bentuk komunikasi yang disampaikan seseorang dengan bahasa
isyarat, ekspresi wajah, sandi, simbol-simbol, pakaian seragam, warna
dan intonasi suara. Adapun tujuan komuniasi nonverbal antara lain :
- Menyediakan/memberikan informasi.
- Mengatur alur suatu percakapan.
- Mengeskpresikan suatu emosi
- Memberi sifat, melengkapi, menentang atau mengembangkan pesan-pesan verbal.
- Mengendalikan atau mempersuasi orang lain.
- Mempermudah tugas-tugas khusus, misalnya dalam mengajar seseorang untuk melakukan serve badminton atau belajar golf dan sejenisnya.
(ferdy-pharm.blogspot.com/2010/01/pengertian-komunikasi-verbal)
II.2.
ANALISA PEMBAHASAN
Komunikasi dilakukan
oleh pihak yang memberitahukan (komunikator) kepada pihak penerima
(komunikan). Komunikasi efektif terjadi apabila sesuatu pesan yang
diberitahukan komunikator dapat diterima dengan baik atau minimal
sama oleh komunikan, sehingga tidak akan terjadi salah persepsi.
Salah satu pedoman untuk menjalin komunikasi yang baik yaitu dengan
pemilihan kata, karena kata merupakan lambang untuk mengekspresikan
pikiran atau perasaan yang terbuka untuk ditafsirkan.
Pelayanan erat
kaitannya dengan komunikasi verbal antara perusahaan dan pelanggan,
missal dalam hal komplain, order, mencari informasi, dan sebagainya.
Pada kenyataan sehari-hari, dalam melakukan pelayanan terhadap
nasabah, terkadang kita tidak bisa membedakan kata-kata yang baik
untuk disampaikan kepada nasabah/calon nasabah kita. Karena itu dalam
berkomunikasi sangat penting untuk memperhatikan pemilihan kata yang
tepat. Tujuannya bukan hanya untuk menonjolkan kesan ramah, tapi juga
untuk menghindari persepsi negative terutama komunikasi melalui
telepon yang tidak dibantu dengan visual.
Magic Words
merupakan kata-kata yang sangat disarankan untuk digunakan pada saat
berkomunikasi, karena magic words akan memberikan kesan nyaman, dapat
diandalkan dan mengerti apa yang diharapkan oleh lawan bicara kita.
Magic words adalah kumpulan kata yang memiliki fungsi yang
menakjubkan yang dapat memukau lawan bicaranya, sehingga kata-kata
tersebut memiliki efek persuasi yang luar biasa. “Barang
siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang
baik atau diam.” (HR Muslim)
Contoh Magic Words :
- Tolong …
Ketika kita butuh
bantuan atau meminta orang lain untuk melakukan sesuatu atau
sebaliknya kita dimintai batuan oleh orang lain, dengan mengawali
perkataan “tolong”, maka kesan memerintah itu seolah hilang, jadi
seakan-akan yang menerima perintah akan beranggapan sebagai dewa
penolong atau pahlawan bagi orang yang mengucapkannya.
- Terima kasih …
Kata ini biasanya
kita ucapkan saat kita menerima sesuatu dari orang lain. Sebagai
ungkapan syukur atas pemberian atau pertolongan yang diberikan oleh
orang lain, sekecil apapun dan dari siapapun. Kata terima kasih akan
sangat berharga bagi lawan bicara, ia akan merasa dipandang dan
dihargai. Terlebih hal ini kita sampaikan kepada para nasabah dan
calon nasabah kita. Maka mereka merasa akan sangat dihargai di
lingkungan kantor kita.
- Maaf …
Kesalahan merupakan
sifat manusia, sehebat dan seprofesional apapun seseorang dapat
dipastikan pernah berbuat kesalahan. Tapi manusia yang hebat adalah
yang menyadari dan mengakui kesalahannya.
- Maksud saya …
- Silahkan …
- Tentu …
- Dan lain-lain.
Sedangkan dalam
berkomunikasi kita perlu menghindari kata-kata yang tidak pantas
untuk diucapkan atau sering disebut Killer Words, yang dapat
memberikan kesan tidak professional, tidak ramah dan tidak kompeten,
contoh kata-kata Killer Words antara lain :
- Tidak bisa …
- Tidak tahu …
- Tidak mungkin …
- Wah susah …
- Bukan saya …
- Jangan ….
- Terserah …
- Salah sendiri …
- Cepetan dong …
- Elo, gue, …
- Kenapa Bu?
- Mau apa ?, dan lain-lain.
Contoh 1 : ada
seorang calon nasabah yang akan menggadaikan sertifikat rumah di
Pegadaian, sedangkan saat ini sertifikat rumah belum termasuk dalam
Daftar Agunan yang bisa di agunkan.
Apabila kita
menggunakan Magic Words, maka penyampaian informasi kepada nasabah
adalah sebagai berikut “ Mohon
maaf
bapak atau ibu, saat ini Pegadaian belum
bisa
menerima sertifikat sebagai jaminan, mungkin bapak atau ibu bisa
menggantinya dengan yang lain seperti perhiasan emas, kendaraan atau
barang elektronik”. Dengan penggunaan Magic Words, maka komunikasi
akan dapat berlanjut dan dapat memberikan kesan positif, professional
dan kompeten.
Tapi apabila kita
menggunakan killer words, maka informasi yang akan kita sampaikan
adalah “kita tidak
bisa
menerima sertifikat”. Dengan penyampaian tersebut, maka komunikasi
akan terputus dan berkesan kita tidak professional dan kompeten dalam
berkomunikasi.
Contoh 2 : salah
satu penaksir mendapatkan perintah dari pimpinan cabang untuk
memeriksa sepeda motor yang akan dijadikan jaminan.
Apabila Pimpinan
Cabang tersebut dapat menggunakan Magic Words, maka perintah yang
akan disampaikan “bapak
atau ibu, saya minta tolong untuk memeriksa sepeda motor itu”,
dengan
adanya kata tolong, maka kesan yang ditimbulkan adalah orang yang
diberi perintah itu sangat dihargai oleh yang memberi perintah.
Sedangkan sebaliknya, apabila pimpinan cabang menggunakan Killer
Words, maka perintah yang akan disampaikan “periksa
sepeda motor itu”, maka
kesan yang ditimbulkan adalah orang yang memberi perintah itu tidak
menghargai orang yang diperintah.
Dari contoh diatas
Magic Words dapat memiliki fungsi yang mengubah persepsi negative
menjadi positif. Sedangkan Killer Words dapat mengubah persepsi
positif menjadi negative, dengan penggunaan Magic Words, maka nasabah
atau calon nasabah akan mendapatkan posisi yang nyaman dalam
pelayanan kita, apalagi kalau saat kita berkomunikasi kita tidak cuma
menguasai teknik-teknik komunikasi tersebut, akan tetapi kita lakukan
dengan “hati”.
Apabila kita padukan
antara skill dan hati, maka akan menghasilkan suatu komunikasi yang
sangat baik, tidak dibuat-buat atau alami, dan kita akan lebih
terlihat professional dan kompeten.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar